Ulasan Seputar Hukum Melakukan Ibadah Qurban di Mata Allah SWT

Allah SWT telah berfirman yang mana artinya ”maka shalatlah untuk rabbmu dan juga sembelihlah hewan” (QS.Al-kautsar:2). Sedangkan yang di maksud untuk menyembelih hewan kurban yaitu menyembelihnya setelah selesai menunaikan sholat ied atau sholat hari raya idul adha. Dengan hadirnya hari raya idul adha yang mana hari dimana para masyarakat akan mendekatkan diri kepada Allah dengan cara memberikan hewan ternak untuk dijadikan kurban. Sedangkan hukum qurban itu sendiri pun masih diperdebatkan oleh para ulama, karena ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa kurban memiliki hukum yang wajib akan tetapi ada pula sebagian ulama yang mengatakan bahwa berkurban adalah sunnah yang tidak boleh ditinggalkan.

 

Bagi orang yang melakukan ibadah qurban, maka Allah senantiasa akan mencintai umat tersebut melebihi dari darah qurban yang telah mengalir. Karena pada sesungguhnya Allah sangat mencintai hambanya yang memberikan sebagian harta nya untuk masalah ibadah dalam mendekatkan dirinya. Karena rezeki serta kekayaan yang dimiliki oleh manusia merupakan pemberian dari Allah, sehingga hanya kepada Allah lah harta tersebut akan kembali, oleh sebab itulah Allah selalu meminta kepada para hambanya untuk selalu berqurban agar rezeki yang diberikannya mampu berjalan dengan lancar serta akan dimudahkan pada jalan rezekinya.

 

Banyak para ulama yang menjelaskan mengenai penyembelihan hewan qurban yang dilakukan pada hari raya idul adha jauh lebih utama jika dibandingkan dengan bersedekah yang memiliki nilai jauh lebih banyak dari harga hewan qurban. Karena pada maksud melakukan qurban merupakan untuk mengharapkan ridho dari Allah serta untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga sebagai rasa syukur para umat islam atas nikmat serta anugrah yang telah diberikan Allah kepada para umatnya.

 

Sedangkan pada hukum qurban itu sendiri pun Anda dapat menyimaknya melalui https://www.globalqurban.com/id/news/article/hukum-qurban-di-mata-Allah-SWT. Sebagian dari ulama mengatakan bahwa berqurban hukumnya wajib untuk dilaksanakan bagi orang yang memiliki kelapangan pada harta serta memiliki kondisi perekonomian yang cukup. Sedangkan bagi orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan qurban akan tetapi tidak melakukannya, maka Allah melarang orang tersebut untuk mendekat pada tempat ibadah atau mushalla. Namun bagi orang yang tidak memiliki kemampuan untuk berkurban karena kondisi perekonomiannya yang minim, maka dalam hal ini gugurlah kewajiban untuk berkurban tersebut.

 

Kedua pendapat yang ada di atas sama-sama memiliki kekuatan yang mana para ulama memiliki dasar atau dalil, sehingga untuk mencari jalan keluar atas perselisihan dalam hal berqurban, maka alangkah sebaiknya jika bagi orang yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban jangan lah meninggalkan ibadah qurban, karena memang sesungguhnya bahwa berqurban merupakan suatu bentuk ibadah yang tidak diperbolehkan untuk ditinggalkannya, sehingga jika dirasa Anda mampu, maka kerjakan ibadah tersebut sesuai dengan tuntunan dan ajaran Allah.